Apa Itu Website? Pengertian, Cara Kerja, dan Jenisnya
Pengertian website dengan bahasa sederhana: komponen, cara kerja dari browser ke server, jenis website, dan contoh nyata dari klien kami.
Ditulis oleh Admin Diperbarui 5 menit baca
Daftar isi
- Apa itu website dan apa saja komponennya?
- Website dan cara kerjanya, langkah demi langkah
- Website statis, website dinamis, dan cara kerjanya
- Jenis website menurut fungsinya
- Dari pengalaman kami: website yang benar-benar terpakai
- Berapa biaya membuat website?
- Pertanyaan yang sering muncul
- Kesimpulan: website dan cara kerjanya
Apa itu website? Website adalah kumpulan halaman yang saling terhubung di internet, berada di bawah satu alamat (domain), dan bisa dibuka siapa saja lewat browser. Contohnya, saat Anda mengetik webhandal.com, browser mengambil halaman dari server, lalu menampilkannya di layar dalam hitungan detik. Secara sederhana, begitulah website dan cara kerjanya.
Pada artikel ini, kami menjelaskan komponen website, cara kerjanya langkah demi langkah, jenis-jenisnya, serta contoh nyata dari website klien kami. Dengan begitu, Anda bisa berdiskusi dengan pembuat website tanpa bingung istilah.
Apa itu website dan apa saja komponennya?
Agar mudah, bayangkan website seperti toko fisik. Setiap toko butuh alamat, bangunan, isi toko, dan pintu yang aman. Begitu juga website, yang terdiri dari empat komponen utama berikut.
- Domain adalah alamat website, misalnya namausaha.com. Pengunjung mengetik domain untuk menemukan Anda.
- Hosting adalah komputer server yang menyimpan semua file website dan menyala 24 jam.
- Konten berupa teks, gambar, video, dan formulir yang pengunjung lihat.
- SSL adalah pengaman yang mengenkripsi data, sehingga browser menampilkan ikon gembok.
Selain itu, banyak website memakai sistem pengelola konten (CMS) seperti WordPress. Dengan CMS, pemilik usaha bisa mengubah isi website tanpa menulis kode. Penjelasan lebih rinci tentang dua komponen pertama ada di panduan beda domain, hosting, dan website.
Website dan cara kerjanya, langkah demi langkah
Untuk memahami website dan cara kerjanya, bayangkan proses membuka satu halaman. Proses ini terasa instan. Namun, di balik layar, ada beberapa langkah yang berlangsung sangat cepat.
- Anda mengetik alamat website di browser, misalnya namausaha.com.
- Browser mencari alamat server lewat sistem DNS, yang bekerja seperti buku telepon internet. Penjelasan resmi tentang DNS bisa Anda baca di pusat belajar Cloudflare.
- Browser menghubungi server hosting dan meminta halaman yang Anda buka.
- Server mengirim file halaman, yaitu HTML, CSS, gambar, dan skrip.
- Browser menyusun file tersebut menjadi tampilan yang Anda lihat.
Karena itu, kecepatan website bergantung pada banyak hal. Misalnya, lokasi server, ukuran gambar, dan jumlah skrip. Oleh sebab itu, kami menempatkan website klien di server Indonesia dan memakai CDN Cloudflare, agar jarak data ke pengunjung tetap dekat.
Website statis, website dinamis, dan cara kerjanya
Secara umum, website terbagi menjadi dua jenis menurut cara kerjanya.
| Jenis | Cara kerja | Kelebihan | Contoh pemakaian |
|---|---|---|---|
| Statis | Server mengirim file yang sama untuk semua pengunjung | Sangat ringan dan aman | Kartu nama digital satu halaman |
| Dinamis | Server menyusun halaman dari database setiap kali dibuka | Isi mudah Anda ubah, bisa punya fitur interaktif | Company profile, blog, toko online |
Sebagai contoh, paket Newbie kami memakai website statis karena isinya jarang berubah. Sementara itu, paket lain memakai WordPress, sehingga pemilik usaha bisa memperbarui isi kapan saja.
Jenis website menurut fungsinya
Selain cara kerja, website juga berbeda menurut tujuannya. Berikut jenis yang paling sering kami kerjakan untuk klien.
- Company profile: memperkenalkan perusahaan, layanan, dan kontak. Misalnya, website RSU Al Fuadi dan PT ASL Logistik.
- Katalog produk: menampilkan produk lengkap dengan foto dan spesifikasi, seperti website kerajinan tembaga Yuda Art Design.
- Toko online: pengunjung bisa memilih produk, membayar, dan melacak pesanan.
- Landing page: satu halaman panjang untuk satu tujuan, biasanya untuk iklan.
- Blog atau media: berisi artikel yang rutin bertambah.
- Website keanggotaan: misalnya web replika dan kelas online dengan area member.

Apa pun jenisnya, website usaha sebaiknya memuat beberapa bagian wajib. Pertama, halaman beranda yang menjelaskan usaha Anda dalam satu kalimat. Kedua, daftar layanan atau produk beserta harganya. Ketiga, halaman tentang usaha yang memuat cerita, tim, dan alamat. Keempat, halaman kontak lengkap dengan peta dan tombol WhatsApp. Selain itu, sertakan kebijakan privasi, terutama jika website memiliki formulir.
Dari pengalaman kami: website yang benar-benar terpakai
Sejak 2016, kami melihat bahwa website yang berhasil bukan yang paling rumit. Sebaliknya, website yang berhasil menjawab tiga pertanyaan pengunjung dengan cepat: apa yang Anda tawarkan, mengapa harus memilih Anda, dan bagaimana cara menghubungi Anda.
Misalnya, website Laundry Maxwell Jakarta langsung menampilkan pilihan waktu selesai dan tombol WhatsApp di layar pertama. Akibatnya, pengunjung tidak perlu menggulir untuk memesan. Pola sederhana ini kami pakai di banyak website usaha lokal.
Selain itu, website juga perlu dirawat. Pada praktiknya, informasi yang usang, misalnya harga lama atau nomor telepon yang sudah tidak aktif, justru menurunkan kepercayaan pengunjung.
Terakhir, ingat bahwa website juga perlu dirawat setelah terbit. Misalnya, sistem WordPress, tema, dan plugin terus mendapat pembaruan keamanan. Karena itu, pilih penyedia yang sudah menyertakan update keamanan, atau sediakan waktu rutin untuk mengurusnya sendiri.
Berapa biaya membuat website?
Biaya website terdiri dari domain, hosting, dan jasa pembuatan. Di Webhandal, ketiganya sudah menjadi satu paket. Paket termurah, Newbie, berharga Rp 290.000 dengan domain .my.id. Kemudian, paket WordPress lima halaman (Essential) berharga Rp 1.490.000. Rincian semua paket ada di halaman harga Webhandal.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah website dan aplikasi sama cara kerjanya?
Tidak sama. Website Anda buka lewat browser tanpa instalasi. Sebaliknya, aplikasi perlu diunduh dari toko aplikasi. Namun, kini banyak website juga punya fitur interaktif seperti aplikasi.
Apa beda website dan media sosial?
Media sosial adalah milik platform, sehingga aturannya bisa berubah sewaktu-waktu. Sebaliknya, website adalah aset milik Anda sendiri, lengkap dengan domain atas nama Anda.
Berapa lama website bisa muncul di Google?
Biasanya beberapa hari sampai beberapa minggu setelah terbit. Penjelasannya ada di panduan berapa lama website muncul di Google.
Kesimpulan: website dan cara kerjanya
Jadi, apa itu website? Website adalah rumah digital usaha Anda, yang terdiri dari domain, hosting, konten, dan SSL. Website bekerja dengan mengirim file dari server ke browser pengunjung dalam hitungan detik. Jika Anda siap membuatnya, mulailah dari tujuan yang jelas, lalu pilih jenis website yang paling sesuai.
Ditulis oleh
Admin
Membuat website sejak 2016 Kantor: Ancol, Jakarta Utara Tentang Webhandal Lihat portofolio
Siap membawa usaha Anda ke Google?
Bandingkan paket website dengan harga dan biaya perpanjangan yang tertulis jelas.
