Lewati ke konten
Info Layanan

Landing Page vs Website: Mana yang Dibutuhkan Bisnis Anda?

Perbedaan landing page dan website, kapan masing-masing paling tepat, struktur landing page untuk iklan, dan perbandingan biayanya.

Ditulis oleh Admin Diperbarui 5 menit baca

Perbandingan landing page vs website: Handi mempertimbangkan landing page produk vs website multi-halaman Webhandal
Daftar isi
  1. Perbedaan landing page vs website
  2. Kapan landing page lebih tepat dibanding website?
  3. Kapan website lebih tepat dibanding landing page?
  4. Struktur landing page yang kami pakai untuk iklan
  5. Kesalahan saat memilih landing page atau website
  6. Biaya landing page vs website di Webhandal
  7. Pertanyaan tentang landing page vs website
  8. Kesimpulan landing page vs website

Landing page vs website: landing page adalah satu halaman dengan satu tujuan, misalnya membuat pengunjung iklan langsung memesan. Sementara itu, website adalah kumpulan beberapa halaman yang memperkenalkan usaha secara lengkap dan membangun kehadiran di Google untuk jangka panjang. Jadi, pilih landing page untuk kampanye dan iklan, lalu pilih website untuk identitas usaha.

Pada artikel ini, kami membandingkan keduanya, memberi contoh kapan masing-masing paling cocok, dan menjelaskan biayanya. Selain itu, kami berbagi struktur landing page yang biasa kami pakai untuk klien yang beriklan.

Perbedaan landing page vs website

AspekLanding pageWebsite
Jumlah halamanSatu halaman panjangBeberapa halaman, misalnya 5 sampai 25
TujuanSatu tindakan: pesan, daftar, atau chatBanyak tujuan: informasi, kepercayaan, kontak
Sumber pengunjung utamaIklan dan link promosiGoogle, media sosial, dan rujukan
Menu navigasiMinim atau tanpa menuMenu lengkap
Waktu pembuatanCepat, hitungan hariLebih lama, tergantung jumlah halaman
Peluang tampil di GoogleTerbatasLebih kuat, apalagi dengan blog

Singkatnya, landing page fokus pada konversi, sedangkan website fokus pada kelengkapan informasi dan kepercayaan.

Kapan landing page lebih tepat dibanding website?

  • Anda menjalankan iklan di Google, Meta, atau TikTok untuk satu produk atau promo.
  • Anda menjual satu produk utama, misalnya kursus, produk herbal, atau paket jasa tertentu.
  • Anda punya acara, misalnya seminar, pameran, atau pendaftaran terbatas.
  • Anda merekrut mitra atau reseller sehingga semua calon langsung menghubungi WhatsApp.
  • Anggaran terbatas, namun Anda butuh halaman profesional dalam waktu cepat.

Kapan website lebih tepat dibanding landing page?

  • Usaha Anda punya banyak layanan atau produk, sehingga perlu halaman terpisah.
  • Anda ingin muncul di Google untuk banyak kata kunci, terutama lewat artikel.
  • Calon klien memeriksa profil perusahaan, misalnya untuk tender atau kerja sama.
  • Anda butuh fitur tambahan, misalnya katalog, toko online, atau area member.

Pada praktiknya, banyak usaha memakai keduanya. Misalnya, website sebagai pusat informasi, lalu landing page khusus untuk setiap kampanye iklan. Dengan cara ini, pesan iklan dan halaman tujuan selalu sesuai.

Contoh landing page vs website untuk kebutuhan iklan

Sebagai contoh, sebuah usaha jasa bisa memakai website lima halaman untuk memperkenalkan semua layanannya. Kemudian, saat menjalankan promo bulan tertentu, usaha itu membuat landing page khusus untuk promo tersebut. Iklan mengarah ke landing page, sedangkan pencarian Google mengarah ke website. Dengan begitu, setiap pengunjung mendarat di halaman yang paling sesuai dengan tujuannya.

Struktur landing page yang kami pakai untuk iklan

Dari pengalaman membuat landing page sejak 2016, urutan berikut paling jelas bagi pengunjung iklan.

  1. Judul utama yang langsung menyebut manfaat terbesar.
  2. Masalah pembeli, kemudian cara produk Anda menyelesaikannya.
  3. Penawaran dan harga, termasuk bonus atau garansi bila ada.
  4. Bukti, misalnya testimoni asli dan foto produk.
  5. Pertanyaan umum agar keraguan pembeli terjawab.
  6. Ajakan bertindak, biasanya tombol WhatsApp atau formulir pesanan.

Selain itu, kami memasang Pixel iklan dan Google Tag Manager di paket landing page untuk iklan. Dengan begitu, Anda bisa mengukur berapa banyak pengunjung yang benar-benar memesan. Di paket Launch, kami juga menyiapkan dua versi judul penawaran, sehingga Anda bisa membandingkan mana yang lebih efektif di iklan.

Untuk mengukur hasil iklan dengan benar, Anda bisa mempelajari panduan peristiwa (events) di Google Analytics 4.

Kesalahan saat memilih landing page atau website

Selain memahami perbedaannya, hindari tiga kesalahan berikut. Pertama, mengarahkan iklan ke beranda website. Akibatnya, pengunjung iklan harus mencari sendiri produk yang mereka lihat di iklan, lalu banyak yang pergi.

Kedua, memaksa satu landing page menampung semua layanan. Padahal, landing page bekerja paling baik untuk satu tujuan saja. Jika Anda punya tiga layanan, buat tiga landing page atau bangun website.

Ketiga, lupa memasang alat ukur. Tanpa Pixel dan Google Analytics, Anda tidak tahu apakah iklan benar-benar menghasilkan pesanan. Karena itu, pasang alat ukur sebelum iklan berjalan, bukan sesudahnya.

Biaya landing page vs website di Webhandal

Semua harga berikut berasal dari daftar harga resmi Webhandal dan sudah termasuk domain, hosting, serta SSL.

KebutuhanPaketHargaPerpanjangan/tahun
Kartu nama digital satu halamanNewbieRp 290.000Rp 190.000
Website satu halaman siap pakaiStarterRp 490.000Rp 390.000
Landing page panjang untuk iklanLaunchRp 790.000Rp 490.000
Website lima halamanEssentialRp 1.490.000Rp 690.000
Website sepuluh halaman dengan blogBusinessRp 2.990.000Rp 990.000

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Hubungi CS kami untuk memastikan harga terbaru dan fitur yang Anda dapatkan.

Pilihan landing page lengkap ada di halaman jasa pembuatan landing page. Sementara itu, pilihan website untuk perusahaan ada di halaman jasa pembuatan website perusahaan.

Jika anggaran Anda terbatas, mulailah dari yang paling dekat dengan sumber pembeli. Misalnya, jika hampir semua pembeli datang dari iklan, landing page memberi hasil lebih cepat. Sebaliknya, jika pembeli banyak mencari lewat Google dengan nama layanan, website dengan beberapa halaman layanan lebih tepat. Kemudian, tambahkan yang lain saat usaha tumbuh.

Pertanyaan tentang landing page vs website

Apakah landing page bisa muncul di Google?

Bisa, tetapi peluangnya lebih kecil karena hanya satu halaman. Karena itu, landing page biasanya mengandalkan iklan sebagai sumber pengunjung.

Apakah landing page bisa saya kembangkan menjadi website?

Bisa. Di Webhandal, Anda bisa upgrade ke paket website dengan membayar selisih harga ditambah biaya pengerjaan sesuai ketentuan upgrade.

Berapa lama pembuatan landing page?

Paket Launch butuh sekitar 3–5 hari kerja setelah materi lengkap.

Kesimpulan landing page vs website

Singkatnya, perbandingan landing page vs website bermuara pada tujuan Anda. Jika ingin hasil cepat dari iklan untuk satu produk, mulailah dari landing page. Namun, jika ingin usaha dikenal, dipercaya, dan ditemukan di Google dalam jangka panjang, bangun website. Jika masih ragu, ceritakan rencana promosi Anda lewat halaman kontak. Apa pun pilihan Anda, pasang alat ukur sejak hari pertama, agar keputusan berikutnya selalu berdasarkan data pengunjung yang nyata.

Logo Webhandal

Ditulis oleh

Admin

Membuat website sejak 2016 Kantor: Ancol, Jakarta Utara Tentang Webhandal Lihat portofolio

Ingin tahu paket yang paling cocok?

Ceritakan kebutuhan Anda; kami bantu memilih paket tanpa biaya konsultasi.

Konsultasi Gratis Webhandal

Tanpa kewajiban membeli

Ceritakan kebutuhan website Anda. Percakapan dilanjutkan di WhatsApp.

Jam layanan: Senin–Sabtu, 09.00–23.00 WIB

Konsultasi Gratis